Categories
Katekese Mingguan

Renungan Mingguan

Hari Minggu Biasa XXVIII

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak har-tanya (Mrk 10:22)

Keb 7:7-11; Mzm 90:12-17; Ibr 4:12-13
Mrk 10:17-30 atau Mrk 10:17-27
—o—

Bolehkah mempunyai kekayaan? Dalam Perjanjian Lama, kekayaan dianggap sebagai tanda bahwa Allah memberkati orang itu. Atas dasar pemahaman ini, tidak heran kalau para murid terkejut ketika Tuhan Yesus menanggapi pertanyaan orang muda yang kaya; alangkah sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Surga. Para murid bertanya, Kalau begitu, siapakah yang bisa diselamatkan?. Kekayaan bukanlah sesuatu yang jahat pada dirinya, bisa menjadi sarana kebaikan pada satu sisi, juga bisa menjadi sumber malapetaka jika disalahgunakan. Orang kaya yang diceriterakan dalam Injil hari ini adalah orang kaya yang baik, ia melakukan semua perintah dalam hukum Taurat. Namun, sangat disayangkan ketika Tuhan Yesus memintanya untuk menjual seluruh miliknya dan membagikan kepada orang miskin, hatinya menjadi keruh, ia memilih jalan yang salah dengan meninggalkan dan berpisah dengan Yesus.

Tuhan Yesus menantang orang muda yang kaya dan kita sebagai murid-Nya, untuk hidup baru dan berjalan mengikuti Dia. Melepaskan harta kekayaan duniawi demi mendapatkan harta baru yakni harta di surga. Harta baru ini akan membawa seseorang pada kehidupan kekal. Apa tanggapan Anda?

(Rm. Innocentius Maria, CSE)

Sumber:
Buku renungan harian “SABDA KEHIDUPAN”

new nike football boots 2012 2017 – 002 – Nike Air Max 270 ESS Ανδρικά Παπούτσια Γκρι / Λευκό DM2462 | New Balance 550 ‘Sea Salt Black’ — Jofemar

By ikk

Tiada Hari Yang Indah Tanpa KehadiranMu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *